JURNALELITE.COM, BATANG HARI,- Bupati Fadhil Arief Minta Pengurus APDESI Solid dan Jadi Solusi Masalah Masyarakat Kabupaten Batang Hari.
Ketegasan Bupati langsung disampaikan saat menghadiri dan memberikan kata sambutan pada pelantikan kepengurusan DPC Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Merah Putih Kabupaten Batang Hari priode 2026 – 2031, Senin (03/08/2026)
Dalam sambutannya, Bupati Fadhil Arief menekankan pentingnya soliditas di tubuh organisasi.
Bupati juga berharap, kepengurusan baru di bawah kepemimpinan Iknak mampu menjadikan APDESI sebagai wadah strategis untuk bertukar pengalaman dan pengetahuan antar kepala desa demi perbaikan tata kelola pemerintahan.
” Kita harapkan APDESI ini bisa solid, menjadi tempat berbagi pengetahuan dan pengalaman antar desa, sehingga tata kelola pemerintahan desa di Batanghari menjadi lebih baik,” ujar Fadhil.
Fadhil menegaskan bahwa peran kepala desa tidak cukup sebatas menjalankan roda administrasi pemerintahan semata. Seorang kepala desa dituntut untuk hadir sebagai pemecah masalah di tengah dinamika warga.
” Pemimpin itu adalah solusi dari masalah yang dihadapi masyarakatnya. Ketika mereka berhimpun dalam satu organisasi, terjadi ruang diskusi yang memudahkan menemukan solusi atas setiap persoalan desa,” tegasnya.
Penguatan Kapasitas dan Regulasi Desa
Lebih lanjut, Bupati menilai keberadaan APDESI Merah Putih memiliki peran vital dalam meningkatkan kapasitas para kepala desa, terutama dalam hal pemahaman regulasi dan penguatan koordinasi antar wilayah.
” Organisasi ini juga menjadi wadah berbagi pemahaman mengenai regulasi. Dengan koordinasi yang kuat, keterbatasan sumber daya di masing – masing desa dapat diminimalkan,” tambahnya.
Mengakhiri sambutannya, Fadhil optimistis di bawah kepemimpinan Iknak, APDESI Merah Putih Batanghari dapat menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Batang Hari.
“Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat pembangunan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mewujudkan Batang Hari yang lebih maju yang dimulai dari pembangunan desa.” Tutupnya.







