JURNALELITE.COM, JAMBI, – Pertamina EP Jambi menginisiasi program pemberdayaan ekonomi berkelanjutan berbasis lingkungan (green economy) bagi kelompok lanjut usia (lansia). Berkolaborasi dengan Universitas Muhammadiyah Jambi, Pertamina EP (PEP) Jambi menyelenggarakan Pelatihan Pembuatan Batik dengan metode Eco-Print bagi Kelompok Lansiapreneur Kamboja di Desa Kota Karang, Kabupaten Muaro Jambi.
Sebagai wilayah ring 1 operasional PEP Jambi, desa ini menghadapi tantangan demografis yang cukup signifikan terkait penurunan kemampuan fungsional, keterbatasan finansial, hingga minimnya akses ruang produktif bagi kelompok lansia. Kondisi ini rentan menimbulkan stereotip bahwa lansia merupakan kelompok dengan ketergantungan sosial yang tinggi.
Melalui program Community Involvement & Development (CID) bertajuk Senja Karsa (Semangat Lanjut Usia untuk Berkarya, Sehat, dan Sejahtera) yang diinisiasi sejak 2025, PEP Jambi berupaya mengubah tantangan tersebut menjadi peluang pemberdayaan produktif. Setelah sukses mengintervensi aspek kesehatan lewat dukungan sarana Sekolah Lansia Tangguh (Selantang), PEP Jambi kini melakukan inovasi di sektor ekonomi kreatif.
Kehadiran program ini mendapat apresiasi mendalam dari penerima manfaat langsung. Maisyarah (70 tahun), salah satu anggota Kelompok Lansiapreneur Kamboja, mengungkapkan rasa haru dan terima kasihnya atas kesempatan berharga yang diberikan PEP Jambi.
“Nyai sangat berterima kasih atas pelatihan ini. Nyai sama sekali tidak menyangka di usia setua ini masih bisa mengikuti pelatihan membuat batik bersama anak-anak muda. Terima kasih banyak kepada PEP Jambi. Harapan saya, semoga ilmu yang telah kami dapatkan di sini bisa terus dikembangkan dan bermanfaat ke depan,” ujar Maisyarah dengan penuh rasa syukur.
Senada dengan hal tersebut, Plt Ketua TP PKK Desa Kota Karang, Siti Aisyah, mengungkapkan rasa bangganya atas kemitraan strategis yang terjalin erat dengan PEP Jambi hingga saat ini. Kehadiran perusahaan dirasakan langsung manfaatnya oleh pemerintah desa dan para kader pengelola program dalam melahirkan kemandirian lansia.
“Kami sangat bangga atas kerja sama yang luar biasa dengan PEP Jambi. Kami di pemerintah desa dan selaku pengelola merasa sangat terbantu dengan dukungan program yang diberikan sejak awal Sekolah Lansia hingga pelatihan eco-print tiga hari ini. Selaras dengan filosofi Sekolah Lansia untuk mewujudkan lansia yang bermartabat, tangguh, sehat, dan aktif, kami berharap hasil batik eco-print ini ke depan menjadi produk unggulan Desa Kota Karang yang khas diproduksi para lansia sebagai wujud keberhasilan pembinaan kami,” papar Siti Aisyah.
Manager Community Involvement & Development Regional 1, Iwan Ridwan Faizal mengatakan, keputusan mengembangkan metode batik eco-print didasarkan pada hasil monitoring dan evaluasi mendalam yang menekankan pentingnya kemandirian program pasca-pendampingan. Selain proses produksinya yang aman karena menyesuaikan dengan kapabilitas fisik lansia, kerajinan kontemporer ini memanfaatkan pewarna dan cetakan alami dari tanaman lokal, menjadikannya produk bernilai jual tinggi dengan histori produk yang unik.
“Kami melihat potensi besar dari kelompok lansia jika diberikan ruang aktualisasi yang tepat. Pelatihan eco-print ini memadukan konsep terapi kesehatan kognitif dengan pemberdayaan ekonomi kreatif hijau. Kami berharap program ini tidak hanya meningkatkan kualitas hidup para lansia secara mandiri, tetapi juga melahirkan produk unggulan lokal berbasis keberlanjutan lingkungan yang mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” jelas Iwan.
Pelatihan intensif yang berlangsung pada 13–16 Juli 2026 di Kantor Desa Kota Karang ini melibatkan empat anggota inti Kelompok Lansiapreneur Kamboja dengan didampingi tiga kader lansia desa. Jalannya pelatihan difasilitasi penuh kelompok dosen sekaligus praktisi usaha batik eco-print berpengalaman dari Universitas Muhammadiyah Jambi.
Rangkaian pelatihan disusun secara komprehensif mencakup teori dasar, histori perkembangan eco-print, hingga teknik pemrosesan kain (scouring dan mordanting) guna memastikan kualitas penyerapan pigmen daun alami secara optimal. Para peserta juga mempraktikkan langsung teknik pengikatan, pengukusan (steaming), hingga tahap finishing. Dari sisi keberlanjutan bisnis, para lansia turut dibekali kompetensi manajemen usaha praktis, seperti perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP) sederhana, teknik pengemasan ramah lingkungan, serta proyeksi pengembangan produk turunan bernilai tambah.
Sejumlah riset ilmiah terkini turut memperkuat landasan program ini, di mana aktivitas terapi seni (art therapy) terbukti memberikan stimulasi positif yang signifikan dalam menjaga fungsi kognitif lansia, meminimalisasi perasaan depresi, serta memperkuat kemampuan proprioseptif fisik. Dengan demikian, kegiatan produksi ini berfungsi ganda sebagai sarana menjaga kesehatan mental sekaligus motor penggerak ekonomi kelompok lansia. Selain itu, program lainnya yang dijalankan setiap satu bulan sekali antara lain cek kesehatan rutin, meliputi cek tekanan darah, asam urat, kolesterol dan gula darah.
Melalui kolaborasi strategis antara korporasi, akademisi, dan pemerintah desa, inovasi pemberdayaan lansia ini diharapkan mampu menjadi pemantik bagi lahirnya ekosistem masyarakat inklusif di daerah operasi. Langkah ini sekaligus membuktikan bahwa transisi menuju ekonomi hijau dapat dimulai dari lini masyarakat terkecil, dengan melibatkan kelompok yang sebelumnya dianggap tidak lagi produktif menjadi motor penggerak ekonomi baru yang mandiri. (*)
Tentang Pertamina EP (PEP) Jambi
PT Pertamina EP (PEP) Jambi Field merupakan salah satu wilayah kerja di bawah Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 1 yang menjalankan kegiatan eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi di Provinsi Jambi. Kegiatan operasional PEP Jambi berada di bawah koordinasi dan pengawasan SKK Migas Perwakilan Sumatra Bagian Selatan (Sumbagsel). Area operasional PEP Jambi tersebar di tiga kabupaten/kota yang mencakup delapan kecamatan dan 26 desa. (*)







