142 Personel Gabungan dan Heli Water Bombing Perkuat Penanganan Karhutla HLG Londerang

Avatar

- Redaksi

Jumat, 18 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Screenshot

Screenshot

JURNALELITE.COM, JAMBI,— 142 personel gabungan terlibat dalam rangkaian upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Hutan Lindung Gambut (HLG) Londerang, Jambi. Hingga 17 September 2026, penanganan turut diperkuat dengan berbagai sarana pemadaman yang dikerahkan PT Wirakarya Sakti (PT WKS), unit usaha APP Group, termasuk helikopter water bombing, alat berat, pompa pemadam, drone, serta kendaraan operasional.

Penanganan karhutla di HLG Londerang telah berlangsung sejak titik api terpantau pada 27 Agustus 2026. Setelah enam hari pemadaman, kebakaran saat itu dinyatakan tuntas pada 2 September. Pada pertengahan September, kebakaran kembali terjadi di bagian lain kawasan HLG Londerang sehingga tim gabungan kembali melakukan upaya pemadaman dan pembasahan.

Dalam rangkaian penanganan hingga 17 September, personel yang terlibat berasal dari berbagai unsur, antara lain Regu Pemadam Kebakaran (RPK) PT WKS, Manggala Agni, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, tim Water Management, operator, pengemudi, serta unsur pendukung lapangan lainnya.

Kepala Humas PT WKS, Taufik Qurochman, mengatakan kolaborasi menjadi bagian penting dalam penanganan kebakaran di kawasan gambut yang membutuhkan dukungan sumber daya dan koordinasi secara berkelanjutan.

“Penanganan karhutla di HLG Londerang merupakan kerja bersama. Berbagai unsur berkolaborasi dalam pemadaman, pembasahan, pengelolaan sumber air hingga pemantauan kondisi areal. PT WKS mendukung upaya tersebut dengan mengerahkan personel serta berbagai sarana dan peralatan yang dibutuhkan di lapangan,” ujar Taufik.

Untuk mendukung operasi pemadaman, PT WKS mengerahkan 12 unit alat berat yang antara lain digunakan untuk membantu pembuatan dan penguatan sekat serta pembersihan kanal. Tim Water Management juga melakukan pengelolaan sumber air untuk mendukung pemadaman dan pembasahan di area yang ditangani.

Dukungan operasi darat diperkuat dengan 24 unit pompa pemadam berbagai jenis, sembilan kendaraan operasional roda empat, 15 unit sepeda motor, sekitar 120 set Sambunesia untuk pendinginan lahan gambut, serta ratusan roll selang pemadam. Sementara pemantauan kondisi areal dari udara didukung dua unit drone.

PT WKS juga mengerahkan satu unit helikopter water bombing untuk mendukung upaya pemadaman dari udara. Operasi darat dan udara dilakukan secara terpadu dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi di lapangan, termasuk arah angin, karakteristik lahan, akses menuju lokasi, serta ketersediaan sumber air.

“Karakteristik lahan gambut membutuhkan penanganan yang intensif dan terkoordinasi. Karena itu, penguatan operasi darat, pengelolaan sumber air, penggunaan alat berat, pemantauan udara hingga water bombing dilakukan secara terpadu dan terus disesuaikan dengan kondisi aktual di lapangan,” jelas Taufik.

Rangkaian penanganan di HLG Londerang juga menempatkan keselamatan personel sebagai perhatian utama. Koordinasi antartim terus dilakukan untuk memastikan pembagian tugas dan penggunaan sumber daya dapat berjalan sesuai kebutuhan operasi.

“Yang menjadi prioritas bersama adalah bagaimana kebakaran dapat ditangani seefektif mungkin sekaligus menjaga keselamatan seluruh personel. Kolaborasi seluruh unsur menjadi penting agar setiap sumber daya yang tersedia dapat digunakan secara optimal sesuai perkembangan kondisi di lapangan,” tutup Taufik.

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel jurnalelite.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ubah Sampah Jadi Berkah : Warga Kenali Asam Atas Ikuti Pelatihan bersama Pertamina EP Jambi Field
Karhutla Batang Hari Belum Padam, Gubernur Al Haris Perkuat Operasi Darat dan Udara
Polri Bekali Mahasiswa STIKES Keluarga Bunda Jambi Hadapi Ancaman Narkoba hingga Kejahatan Siber
Hukum Berhadapan dengan Massa, Eksekusi 1.300 Hektare Kembali Tertunda
Bupati Fadhil Arief Hadiri Sekaligus Tutup Event Merdeka Fun Trail Adventure
Pertamina EP Bantu Padamkan Lima Titik Kebakaran Lahan di Jambi
Pertamina EP Jambi Ajak Masyarakat Jaga Jalur Pipa Migas dan Tingkatkan Kesiapsiagaan Kebakaran
Maskot dan Logo Porkab Batang Hari Resmi Diluncurkan
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 12:01 WIB

142 Personel Gabungan dan Heli Water Bombing Perkuat Penanganan Karhutla HLG Londerang

Rabu, 9 September 2026 - 22:28 WIB

Ubah Sampah Jadi Berkah : Warga Kenali Asam Atas Ikuti Pelatihan bersama Pertamina EP Jambi Field

Selasa, 8 September 2026 - 17:46 WIB

Karhutla Batang Hari Belum Padam, Gubernur Al Haris Perkuat Operasi Darat dan Udara

Rabu, 2 September 2026 - 11:24 WIB

Hukum Berhadapan dengan Massa, Eksekusi 1.300 Hektare Kembali Tertunda

Minggu, 30 Agustus 2026 - 21:21 WIB

Bupati Fadhil Arief Hadiri Sekaligus Tutup Event Merdeka Fun Trail Adventure

Berita Terbaru