Jalan Sungai Ruan Yang Dibangun Tahun 2022 Rusak, Ini Tanggapan Anggota Dewan Batanghari

Avatar

- Redaksi

Selasa, 6 Agustus 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALELITE.COM, BATANGHARI – Jalan Simpang Sungai Ruan di Kecamatan Maro Sebo Ulu yang direhab dan dibangun pada tahun 2022 mulai rusak akibat aktivitas truck angkutan material kerikil.

Hal itu menjadi perhatian salah satu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DPRD Kabupaten Batanghari, Sirojudin yang merupakan DPRD terpilih dari Dapil tersebut.

Diceritakan Sirojudin sebelum jalan dibangun, memang ada usaha kerikil melalui jalan tersebut. Namun terhenti ketika ada pembangunan jalan, setelah jalan selesai dibangun angkutan material kembali beroperasi.

“Dulu memang ada usaha kerikil, habis itu tidak beroperasi lagi. Kemudian jalan dibangun direhab sudah lamo selesai dakdo beroperasi lagi kerikil, tapi pada tahun 2024 iko, sekarang sudah mulai lagi kerikil disitu. Jadi jalan itu sudah mulai hancur, mulai rusak karena dilewati kerikil,” sesal Sirojudin.

Menyampaikan aspirasi masyarakat, Sirojudin selaku Dewan Perwakilan Rakyat berharap agar Pemerintah mulai dari tingkat Desa, Kecamatan hingga Kabupaten berinisiatif untuk menyelesaikan perkara tersebut sehingga ruas jalan milik Pemerintah Kabupaten Batanghari yang belum lama dibangun ini dapat bertahan lama.

“Harapan saya Pemerintah Desa Kecamatan dan Pemerintah Kabupaten Batanghari tegas terhadap pelaku usaha ini supaya jangan melewati jalan tersebut, supaya jalan itu jangan rusak! Ngapo? Jangan sebab orang sedikit hanya segelintir orang tapi menyengsarakan banyak orang karena yang lewat diruas jalan tersebut banyak,” tegas Sirojudin.

“Berapa banyak masyarakat nyo, desa nyo dan itu aktivitas ekonominya sangat bergantung dengan jalan tersebut. Jadi kalau jalan itu rusak, aktivitas ekonomi akan terhambat cuma gara-gara beberapo lopon batu (tempat pengumpulan kerikil) segelintir orang yang menikmatinyo semua orang jadi sengsara. Harapan sayo tindak tegas pelaku usaha dan tidak boleh lagi lewat,” sambungnya.

Tidak hanya sekedar mengkritik, disebutkan Sirojudin jika memang tidak bisa menghentikan usaha kerikil itu, setidaknya tidak menggunakan mobil truck untuk mengangkut material kerikil juga mengurangi tonase muatan mobil.

“Ya kalaupun mau berusaha paling tidak bawa batunya jangan banyak-banyak, cukup mungkin pakai mobil carry jangan melebihi kapasitas,” pungkasnya.

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel jurnalelite.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Karhutla Batang Hari Belum Padam, Gubernur Al Haris Perkuat Operasi Darat dan Udara
Pedagang di Alun – alun Kota Muara Bulian Antusias Sambut Perhelatan Turnamen Antar Pers Se-Provinsi Jambi
Hukum Berhadapan dengan Massa, Eksekusi 1.300 Hektare Kembali Tertunda
Bupati Fadhil Arief Hadiri Sekaligus Tutup Event Merdeka Fun Trail Adventure
Maskot dan Logo Porkab Batang Hari Resmi Diluncurkan
BKMT dan GOW Batang Hari Tinjau Korban Kebakaran di Desa Pompa Air Sambil Salurkan Bantuan
Bupati Fadhil Arief Ikuti Rakortek Advokasi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Regional Sumatera
Pemkab Batang Hari Gelar PEKPPP 2026 Demi Wujudkan Pelayanan Publik yang Transparan dan Akuntabel
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 17:46 WIB

Karhutla Batang Hari Belum Padam, Gubernur Al Haris Perkuat Operasi Darat dan Udara

Selasa, 8 September 2026 - 15:32 WIB

Pedagang di Alun – alun Kota Muara Bulian Antusias Sambut Perhelatan Turnamen Antar Pers Se-Provinsi Jambi

Rabu, 2 September 2026 - 11:24 WIB

Hukum Berhadapan dengan Massa, Eksekusi 1.300 Hektare Kembali Tertunda

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:04 WIB

Maskot dan Logo Porkab Batang Hari Resmi Diluncurkan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:01 WIB

BKMT dan GOW Batang Hari Tinjau Korban Kebakaran di Desa Pompa Air Sambil Salurkan Bantuan

Berita Terbaru