Diduga Ada Kepsek Sakti di Batang Hari, Rampas Hak Jam Mengajar Guru Sertifikasi

Avatar

- Redaksi

Kamis, 16 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Screenshot

Screenshot

JURNALELITE.COM, BATANG HARI.- Beberapa Minggu lalu heboh persoalan dugaan Kepsek SDN 187/ I Teratai Zolim terhadap salah satu Guru sertifikasi Dangan cara tidak memberi jam mengajar.

Padahal sebelumnya guru tersebut sudah mendapatkan jam mengajar dan menerima gaji sertifikasi sesuai ketentuan pemerintah.

Sangat disayangkan, saat ini guru tersebut bakal tidak mendapatkan jam mengajar otomatis tidak lagi menerima gaji sertifikasi, disebabkan ulah sang Kepala sekolah yang berlindung dibalik hak peto.

Informasi yang dapat dihimpun media ini, sang Kepsek mengalihkan jam mengajar Guru tersebut ke guru lain yang baru lulus PPG dengan beralasan sesuai rapat bersama dibulan lalu dan sudah sesuai notulen.

Padahal dalam rapat pembagian kelas ada beberapa guru yang jam mengajarnya tidak dibahas dalam rapat tersebut.

Namun, Ketika dalam SK Guru tersebut mendapatkan jam belajar yang diduga tanpa ada mufakat bersama.

Guru tersebut terdiam dan tak mampu menjawab ketika ada jam mengajar yang diberikan ke guru lain. Apakah itu mufakat bersama?.

Diamnya guru tersebut disinyalir SK terbit berdasarkan kehendak dan berdalih hak Peto Kepela sekolah bukan mufakat bersama, pasalnya ada beberapa guru yang juga bingung menjawab proses musyawarah yang telah dilaksanakan.

Beredar lagi isu, bahwa musyawarah yang dilaksanakan bukanlah diskusi bersama melainkan pemaparan jam mengajar yang telah ditentukan oleh kepala sekolah itu sendiri.

Sangat arogan sekali Kepsek juga pernah menyebutkan tidak akan memberikan jam mengajar ke salah satu guru yang sudah sertifikasi dan menerima gaji.

“Sampai matipun jangan harap aku kasi jam mengajar” ujar guru yang enggan ditulis namanya, menirukan ucapan Kepsek.

Hingga berita ini diterbitkan media ini telah berupaya mengklarifikasi kepala sekolah tersebut namun yang bersangkutan tidak ada disekolah saat jam dinas. Hanya ada para guru pendidik dan tidak berani memberikan keterangan secara detail terkait persoalan tersebut.

” Kami tidak berani menjawab persoalan itu, sebab kami tidak mempunyai wewenang hanya kepsek yang paham” ucap salah satu guru. Kamis 16/07/2026. (Tim)

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel jurnalelite.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Demi Ketahanan Energi Nasional, SKK Migas dan Pertamina EP Jambi Ajak Masyarakat Turut Menjaga Objek Vital Nasional
Sinergi PHR dan Aparat Penegak Hukum Berhasil Ungkap DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi
Melayat Kerumah Duka, Kapolresta Jambi Sampaikan Duka atas Meninggalnya Warga Zona Merah
Operasi Sarang Narkoba di Pulau Pandan, Polda Jambi Amankan Tiga Orang
Peduli Kesehatan, Komunitas Trail Tambat Gelar Aksi Sosial Bagikan Masker Gratis
Nikmati Makan Siang Puas Tanpa Batas di Promo Spesial “10.10 Shocking Lunch (Maksibar)” Hanya di Luminor Hotel Jambi
Ini Sosok Kapolresta Jambi Kombes Pol Ananto yang Sukses Gelar Kapolda Fighter Match dan Dekat dengan Anak Muda
Luminor Hotel Jambi Persembahkan “Night Dream”, Pengalaman Istirahat Berkelas dengan Potongan Spesial 55 Persen
Berita ini 251 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:05 WIB

Demi Ketahanan Energi Nasional, SKK Migas dan Pertamina EP Jambi Ajak Masyarakat Turut Menjaga Objek Vital Nasional

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:04 WIB

Sinergi PHR dan Aparat Penegak Hukum Berhasil Ungkap DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi

Senin, 19 Oktober 2026 - 00:13 WIB

Melayat Kerumah Duka, Kapolresta Jambi Sampaikan Duka atas Meninggalnya Warga Zona Merah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:10 WIB

Operasi Sarang Narkoba di Pulau Pandan, Polda Jambi Amankan Tiga Orang

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:32 WIB

Peduli Kesehatan, Komunitas Trail Tambat Gelar Aksi Sosial Bagikan Masker Gratis

Berita Terbaru