Program Srikandi Perubahan PEP Field Jambi, Semangat Hari Bhakti Pemasyarakatan

Avatar

- Redaksi

Senin, 27 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALELITE.COM, JAMBI, – Hari-hari di Lapas Perempuan Kelas IIB Jambi tidak selalu sunyi. Ada bunyi yang pelan dan berulang. Gesekan canting di atas kain, tetes lilin yang jatuh hati-hati, warna yang perlahan kian meresap.

Di balik tembok tinggi dan pintu-pintu besi, kehidupan berjalan dengan ritme yang berbeda. Di antara batas-batas itu, sesuatu yang tak kasat mata sedang tumbuh. Kepercayaan diri, harapan, dan keberanian untuk memulai lagi.

Lebih dari enam dekade lalu, tepatnya 27 April 1964, arah sistem kepenjaraan di Indonesia berubah. Dari sekadar menghukum menjadi membina.

Membuka jalan agar mereka yang pernah terjatuh bisa kembali ke masyarakat dengan lebih siap. Semangat itu kini diperingati sebagai Hari Bhakti Pemasyarakatan.

Di Lapas Perempuan Jambi, semangat itu menemukan wujudnya. Melalui program Srikandi Perubahan yang diinisiasi oleh PT Pertamina EP Field Jambi, bagian dari PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 1. Pembinaan tidak lagi berhenti pada rutinitas, tetapi berkembang menjadi proses pemulihan yang nyata.

Program ini lahir dari persoalan yang tidak sederhana. Tingginya angka residivisme, terutama pada kasus narkoba di kalangan perempuan, menunjukkan satu pola yang berulang.

Ketika seseorang kembali ke luar tanpa bekal, dunia sering kali tidak memberi banyak pilihan. Di situlah lingkaran itu terus terjadi.

Srikandi Perubahan mencoba memutusnya. Bukan dengan janji besar, tetapi dengan langkah kecil yang konsisten.

Dimulai pada 2018, program ini sempat terhenti saat pandemi COVID-19 melanda. Namun kembali berjalan pada 2021, dan tumbuh dengan arah yang lebih kuat.

Di dalam lapas, batik menjadi titik awal. Batik di sini bukan sekadar kain. Ia adalah cara untuk mengekspresikan diri, memulihkan harga diri, dan perlahan menghapus batas antara masa lalu dan masa depan.

Di setiap garis yang ditarik, ada cerita yang diperbaiki. Di setiap warna yang dituangkan, ada harapan yang dirajut kembali.

Ajeng, bukan nama sebenarnya, salah satu dari mereka yang menemukan jalan pulang melalui proses itu. Awalnya ia hanya belajar memegang canting, kemudian mencoba menjahit. Seiring waktu, keterampilan itu berubah menjadi sesuatu yang lebih dari sekadar aktivitas.

“Saya belajar memperbaiki diri dengan terus belajar. Apa yang saya dapat di sini akan menjadi bekal saat keluar nanti,” ujarnya pelan.

Kalimatnya sederhana, tetapi menyimpan sesuatu yang sering hilang, keyakinan bahwa masa depan masih bisa dibentuk. Dari satu keterampilan, lahir banyak kemungkinan.

Kegiatan membatik berkembang menjadi berbagai unit usaha. Kini, setidaknya ada 10 unit usaha yang berjalan di dalam lapas. Mulai dari kuliner, kriya, salon, laundry, hingga pertanian dan peternakan.

Di ruang yang serba terbatas, roda ekonomi kecil mulai berputar. Bukan soal besar kecilnya hasil, tetapi tentang rasa berdaya yang kembali tumbuh.

Pendampingan yang diberikan tidak berhenti pada keterampilan teknis. Para warga binaan juga belajar mengelola emosi, berbicara di depan umum, hingga mengatur keuangan. Hal-hal yang kerap menjadi penentu saat mereka kembali ke masyarakat.

Bahkan, kepedulian terhadap lingkungan ikut menjadi bagian dari proses ini. Limbah batik diolah melalui instalasi pengolahan air, kompos diproduksi, dan air hujan dimanfaatkan kembali.

Di dalam lapas, perlahan terbentuk sebuah ekosistem kecil yang mengajarkan bahwa perubahan tidak hanya tentang manusia, tetapi juga tentang bagaimana mereka hidup berdampingan dengan lingkungan.

Apa yang terjadi di balik tembok itu perlahan berbicara lebih jauh. Bahwa pemberdayaan tidak mengenal batas ruang. Bahkan di tempat yang paling sempit sekalipun, manusia tetap bisa tumbuh asal diberi kesempatan.

Tak banyak yang menyangka, dari ruang yang sering dianggap sebagai akhir, justru lahir cerita yang menggema hingga ke panggung internasional.

Dalam ajang 18th Annual Global CSR & ESG Summit & Awards 2026 di Bangkok, Thailand, program Srikandi Perubahan meraih Platinum Award untuk kategori Women Empowerment, penghargaan tertinggi yang menjadi pengakuan atas upaya mengembalikan martabat, keterampilan, dan masa depan para perempuan.

Iwan Ridwan Faizal, Manager Community Involvement & Development (CID) Regional 1 mengatakan, penghargaan itu bukanlah tujuan akhir. Melainkan menjadi pengingat bahwa setiap individu berhak mendapatkan kesempatan kedua.

“Melalui Srikandi Perubahan, kami ingin memastikan bahwa para warga binaan tidak hanya menjalani masa hukuman, tetapi juga mempersiapkan masa depan,” jelasnya.

Di tempat yang dulu terasa seperti jalan buntu, kini tumbuh sesuatu yang pelan namun pasti, yaitu keberanian. Dari balik jeruji, para perempuan itu sedang memperjuangkan hal yang paling mendasar, mendapatakan kesempatan kedua.

Sekuat apa pun tembok berdiri, selalu ada celah bagi manusia untuk bangkit, belajar percaya lagi, dan menata ulang arah hidupnya. (*)

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel jurnalelite.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Demi Ketahanan Energi Nasional, SKK Migas dan Pertamina EP Jambi Ajak Masyarakat Turut Menjaga Objek Vital Nasional
Sinergi PHR dan Aparat Penegak Hukum Berhasil Ungkap DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi
Melayat Kerumah Duka, Kapolresta Jambi Sampaikan Duka atas Meninggalnya Warga Zona Merah
Operasi Sarang Narkoba di Pulau Pandan, Polda Jambi Amankan Tiga Orang
Peduli Kesehatan, Komunitas Trail Tambat Gelar Aksi Sosial Bagikan Masker Gratis
Nikmati Makan Siang Puas Tanpa Batas di Promo Spesial “10.10 Shocking Lunch (Maksibar)” Hanya di Luminor Hotel Jambi
Ini Sosok Kapolresta Jambi Kombes Pol Ananto yang Sukses Gelar Kapolda Fighter Match dan Dekat dengan Anak Muda
Luminor Hotel Jambi Persembahkan “Night Dream”, Pengalaman Istirahat Berkelas dengan Potongan Spesial 55 Persen
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:05 WIB

Demi Ketahanan Energi Nasional, SKK Migas dan Pertamina EP Jambi Ajak Masyarakat Turut Menjaga Objek Vital Nasional

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:04 WIB

Sinergi PHR dan Aparat Penegak Hukum Berhasil Ungkap DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi

Senin, 19 Oktober 2026 - 00:13 WIB

Melayat Kerumah Duka, Kapolresta Jambi Sampaikan Duka atas Meninggalnya Warga Zona Merah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:10 WIB

Operasi Sarang Narkoba di Pulau Pandan, Polda Jambi Amankan Tiga Orang

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:32 WIB

Peduli Kesehatan, Komunitas Trail Tambat Gelar Aksi Sosial Bagikan Masker Gratis

Berita Terbaru