JURNALELITE.COM, TANJABTIM, BERBAK – Sebuah video berdurasi 3 menit 28 detik yang memperlihatkan kericuhan di lingkungan sekolah viral di media sosial.
Insiden tersebut diduga terjadi di SMK Negeri 3 Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Kecamatan Berbak, dan melibatkan seorang guru dengan sejumlah siswa.
Dalam rekaman video yang beredar, tampak seorang guru terlibat adu mulut dengan beberapa siswa di dalam lingkungan sekolah.
Situasi yang awalnya berupa cekcok verbal tersebut kemudian berkembang menjadi ricuh dan diduga berujung pada aksi pengeroyokan terhadap guru yang bersangkutan.
Berdasarkan informasi yang beredar di media sosial, keributan itu diduga dipicu oleh ucapan guru yang dinilai menyinggung perasaan siswa.
Guru tersebut disebut-sebut melontarkan pernyataan yang mengaitkan kondisi ekonomi orang tua murid dengan sebutan “miskin”.
Ucapan tersebut memicu emosi siswa hingga suasana kelas memanas dan sulit dikendalikan. Dalam video terlihat sejumlah siswa berada di sekitar lokasi kejadian. Beberapa di antaranya diduga terlibat langsung dalam kericuhan, sementara siswa lainnya hanya menyaksikan kejadian tersebut.
Peristiwa ini pun menuai beragam tanggapan dari masyarakat. Banyak warganet menyayangkan terjadinya kekerasan di lingkungan pendidikan dan menilai pentingnya etika komunikasi serta pengendalian emosi, baik dari pendidik maupun peserta didik.
Sementara itu, Kapolsek Berbak IPTU Hans Simangunsong membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah mengambil langkah dengan mengedepankan penyelesaian secara kekeluargaan melalui jalur mediasi.
“Benar, hari ini akan dilakukan mediasi yang melibatkan pihak sekolah, guru yang bersangkutan, orang tua murid, serta unsur Forkopimcam. Kita harapkan ada penyelesaian yang baik,” ujar IPTU Hans saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.
Kasus ini menjadi perhatian publik sekaligus pengingat pentingnya menjaga profesionalisme pendidik dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman, kondusif, serta menjunjung nilai-nilai saling menghormati.








